Kamis, 13 Mei 2010

Makanan Indonesia

Makanan Indonesia mencerminkan keanekaragaman masakan indonesia dan masyarakat yang menghuni sekitar 6.000 pulau yang membentuk negara Indonesia. Mungkin sebenarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada, keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing.

Sepanjang sejarahnya, Indonesia telah terlibat dalam perdagangan dunia berkat lokasi dan sumber daya alamnya. Teknik memasak dan bahan makanan asli Indonesia berkembang dan kemudian dipengaruhi oleh seni kuliner India, Timur Tengah, China, dan akhirnya Eropa. Para pedagang Spanyol dan Portugis membawa berbagai bahan makanan dari benua Amerika jauh sebelum Belanda berhasil menguasai Indonesia. Pulau Maluku yang termahsyur sebagai "Kepulauan Rempah-rempah", juga menyumbangkan tanaman rempah asli Indonesia kepada seni kuliner dunia. Seni kuliner kawasan bagian timur Indonesia mirip dengan seni memasak Polinesia dan Melanesia.

Masakan Sumatera, sebagai contoh, seringkali menampilkan pengaruh Timur Tengah dan India, seperti penggunaan bumbu kari pada hidangan daging dan sayurannya, sementara masakan Jawa berkembang dari teknik memasak asli nusantara. Unsur budaya masakan China dapat dicermati pada beberapa masakan Indonesia. Masakan seperti bakmi, bakso, dan lumpia telah terserap dalam seni masakan Indonesia.

Beberapa jenis hidangan asli Indonesia juga kini dapat ditemukan di beberapa negara Asia. Masakan Indonesia populer seperti sate, rendang, pempek,  dan sambal juga digemari di Malaysia dan Singapura. Bahan makanan berbahan dasar dari kedelai seperti variasi tahu dan tempe, juga sangat populer. Tempe dianggap sebagai penemuan asli Jawa, adaptasi lokal dari fermentasi kedelai. Jenis lainnya dari makanan fermentasi kedelai adalah oncom, mirip dengan tempe tapi menggunakan jenis jamur yang berbeda, oncom sangat populer di Jawa Barat.

Makanan Indonesia umumnya dimakan dengan menggunakan kombinasi alat makan sendok pada tangan kanan dan garpu pada tangan kiri, meskipun demikian di berbagai tempat (seperti Jawa Barat dan Sumatra Barat) juga lazim didapati makan langsung dengan tangan telanjang. Di restoran atau rumah tangga tertentu lazim menggunakan tangan untuk makan, seperti restoran seafood, restoran tradisional Sunda dan Padang, atau warung tenda Pecel Lele dan Ayam Goreng khas Jawa Timur. Tempat seperti ini biasanya juga menyajikan kobokan, semangkuk air kran dengan irisan jeruk nipis agar memberikan aroma segar. Semangkuk air ini janganlah diminum; hanya digunakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan menggunakan tangan telanjang. Menggunakan sumpit untuk makan lazim ditemui di restoran yang menyajikan masakan China yang telah teradaptasi kedalam masakan Indonesia seperti bakmie atau mie ayam dengan pangsit, mie goreng, dan kwetiau goreng (mi pipih goreng, mirip char kway teow).


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Indonesia

Selasa, 06 April 2010

Jakarta ; Dikocok-kocok Sate Domba Afrika!

Odilia Winneke - detikFood

GB
Credit: Detikfood
Jakarta - Sekali-sekali memanjakan diri dengan makanan yang asyik. Mumpung tanggal muda, cobalah mampir ke rumah makan sate domba Afrika. Rasakan sensasi kenyal gurih daging domba dan balutan wangi aroma rempahnya. Kalau ingin komplet bisa ditambah sup domba. Mau?

Belakangaan ini jenis sate yang satu ini, sate domba Afrika mulai dikenal dan disukai banyak orang. Bukan hanya di Jakarta di Yogyakarta dan Bandung pun mulai dibuka rumah makan bermenu sate gaya Afrika ini.

Dibandingkan dengan sate kambing, sate Afrika ini ini lebih garing, tidak berlemak. Cara memeasaknya juga berbeda. Tahap awal daging domba dipotong besar dan dipanggang di atas bara api hingga agak kering.

Kemudian barulah daging domba ditaruh dalam panci aluminium dan dipanaskan hingga lemaknya leleh. Barulah dipotong-potong lebih kecil. Nah, saat akan disajikan barulah daging diberi bumbu, dan dikocok-kocok di dalam panci. Karena itulah sate ini disebut sate kocok.

Sate ini disajikan dengan irisan bawang Bombay yang ditumis agak layu dan ditaburkan di atasnya. Hmm….rasanya bukan hanya empuk gurih tetapi aromanya juga sangat harum. Yang jelas tak bakal terlacak aroma prengus baud aging domba.

Kalau ingin kenyang, sate domba ini bisa dinikmati dengan sup domba yang bening dan hangat mengepul. Selain dengan nasi hangat, sate domba ini paling enak dimakan dengan pisang tanduk goreng yang hangat-hangat dan dikucuri mayones.

Jika ingin sensasi berbeda di siang ini, coba saja mampir ke salah satu rumah makan sate domba Afrika berikut ini.

Sate Domba Africa
Jl. Prof.Dr.Satrio 248 (Casablanca)
Jakarta Selatan
HP: 085284672183

Sate Domba Afrika
Jl. Wahid Hasyim No. 116
Menteng
Jakarta Pusat

Pondok Sedap Afrika
Sate Domba Kocok Afrika
Jl. Tanjung Duren Raya No.55 (Depan Restoran Sederhana
Grogol Petamburan
Jakarta Barat

Sate Kelinci & Sate Domba Afrika 'Pak To'
di Jl.Perikanan I No.11 Srengseng Sawah RT 005/08 Jagakarsa
Jakarta Selatan
Telpon: 021-727 1512 HP 021 9644 1788


( dev / Odi )